Pernah melihat kerak kekuningan atau sisik putih di kulit kepala bayi dan langsung panik? Tenang, Mama tidak sendirian. Kondisi ini disebut cradle cap atau dalam istilah medisnya seborrheic dermatitis pada bayi — dan ini salah satu keluhan kulit bayi yang paling umum di tahun pertama kehidupannya.
Kabar baiknya: cradle cap tidak berbahaya, tidak menular, tidak membuat bayi kesakitan, dan hampir selalu bisa dirawat sendiri di rumah. Yang penting, jangan pernah mengelupasnya paksa. Yuk, kenali penyebabnya dan cara merawatnya yang benar.
Apa Itu Cradle Cap (Kerak di Kepala Bayi)?
Cradle cap adalah penumpukan minyak alami (sebum) yang bercampur sel kulit mati di kulit kepala bayi. Hasilnya, muncul kerak bersisik berwarna kekuningan, putih, atau agak kecokelatan yang tampak seperti ketombe tebal atau kulit mengelupas.
Kondisi ini biasanya muncul di usia 2 minggu sampai beberapa bulan, dan sering dimulai di kulit kepala — tapi kadang ikut muncul di alis, belakang telinga, atau lipatan leher. Meski tampak mengganggu, cradle cap umumnya tidak gatal dan tidak membuat bayi rewel.
Penyebab Kerak di Kepala Bayi
Penyebab utamanya adalah kelenjar minyak di kulit kepala bayi yang bekerja terlalu aktif. Setelah lahir, bayi masih membawa sisa hormon dari ibunya, dan hormon ini merangsang produksi minyak berlebih. Minyak yang menumpuk + sel kulit mati = kerak.
Penting diketahui: cradle cap bukan karena bayi kurang bersih. Jadi jangan merasa bersalah, dan jangan menggosok kepala bayi terlalu keras saat keramas.
Ciri-Ciri Cradle Cap yang Perlu Dikenali
- Sisik atau kerak kekuningan/putih di kulit kepala, tampak berminyak
- Rambut bayi terlihat kotor atau berminyak meski sudah dicuci
- Kulit di bawah kerak bisa sedikit kemerahan, tapi tidak luka
- Biasanya tidak gatal; bayi tetap nyaman dan aktif
- Tidak menular ke orang lain atau anggota keluarga
Kapan Harus ke Dokter?
Sebagian besar cradle cap bisa dirawat di rumah. Tapi segera konsultasikan ke dokter anak kalau menemukan tanda berikut:
- Kerak berbau, berair, atau bernanah
- Area kerak meluas ke wajah, leher, atau lipatan tubuh
- Bayi tampak gatal, rewel, atau tidak nyaman
- Kulit di bawah kerak pecah-pecah atau berdarah
- Kerak muncul pertama kali setelah bayi berusia lebih dari 1 tahun
7 Cara Merawat Kerak Kepala Bayi di Rumah
- Lunakkan kerak dengan minyak. Oleskan baby oil atau minyak alami ke area berkerak, diamkan 10–15 menit agar kerak melunak. Ini langkah paling penting — jangan pernah mengelupas kerak dalam keadaan kering.
- Pijat lembut dengan ujung jari. Setelah minyak meresap, pijat kulit kepala dengan gerakan melingkar kecil memakai ujung jari (bukan kuku). Tujuannya melepaskan kerak secara alami, bukan menggaruk.
- Keramas dengan sampo bayi yang lembut. Cuci kepala bayi dengan sampo khusus bayi, bilas sampai bersih. Sampo biasa orang dewasa terlalu keras untuk kulit kepala bayi.
- Sisir perlahan. Setelah keramas dan rambut agak kering, sisir dengan sikat bulu lembut untuk mengangkat sisa kerak yang sudah terlepas.
- Jangan dikelupas paksa. Godaan terbesar adalah 'mencungkil' keraknya. Jangan! Mengelupas paksa bisa melukai kulit kepala bayi dan memicu infeksi.
- Jaga kelembapan. Setelah kering, oleskan pelembap atau minyak tipis supaya kulit kepala tidak kering dan kerak tidak cepat kembali.
- Ulangi secara konsisten. Lakukan perawatan ini 2–3 kali seminggu. Cradle cap biasanya membaik perlahan dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan.
Bolehkah Pakai Baby Oil untuk Kerak Kepala Bayi?
Boleh, dan justru baby oil adalah salah satu cara paling umum yang disarankan untuk melunakkan kerak sebelum keramas. Pilih baby oil dengan bahan lembut, bebas pewangi keras, dan lakukan uji coba di area kecil kulit bayi dulu sebelum dipakai di kepala.
Kalau bayi Mama mulai menunjukkan tanda-tanda kerak di kulit kepala, Arfa Baby Oil bisa membantu melunakkan kerak sebelum keramas — formulanya ringan dan aman untuk kulit bayi. Oleskan tipis-tipis, diamkan sebentar, lalu lanjutkan dengan keramas lembut seperti langkah di atas.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Produk yang disebutkan adalah produk pangan/obat herbal — selalu baca label, ikuti petunjuk penggunaan, dan konsultasikan ke dokter atau tenaga kesehatan bila kondisi kulit bayi tidak membaik atau justru memburuk.